| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
Pasar Modern Bangkinang atau Plaza Bangkinang yang dilaksanakan PT MPP yang dimulai tahun 2011 lalu membuat pedagang mengeluh karena penghasilaan mereka jauh menurun begitu juga pembeli merasa repot karena semua sudut jalan tertutup.
Seperti diungkapkan salah seorang warga Bangkinang Yurida (42) kepada RiauOnline.com. Menurutnya, berbelanja di pasar Inpres Bangkinag semakin merepotkan. Untuk masuk ke area pasar saja sulit. Sebab semua jalan akses ke pasar ditutup oleh pengembang.
?Repotnya belanja di Pasar Inpres Bangkinang, semua jalan tertutup, susah masuk ke pasar kalau membawa kendaraan, karena tempat pedagang berjualan dengan jenis dagangannya tidak terartur,? katanya. Hj Salmah salah seorang pedagang bumbu masakan.
Salmah juga mengaku, sejak pembangunan Plaza Bangkinang penghasilannya jauh menurun. ?Dulu kalau bulan puasa bisa menghasilkan uang per hari Rp2 juta, apalagi mendekati lebaran bisa mendapatka uang Rp5 juta per hari, sekarang ini untuk mendapatkan uang Rp300 ribu per hari saja, susah sekali, bahkan sering tidak mencapai sebesar itu, pernah saya sehari hanya Rp50 ribu hingga sore,? terangnya.
Kalau begini terus, hanya membuat capek saja berjualan, mungkin setelah lebaran nanti, saya hanya akan berjualan seminggu dua kali saja, ucapnya. Sutiyah tukang sapu pasar yang kebetulan berbelanja dengan suaminya di kedai Hj Salmah ini mengakui bahwa pedagang bumbu ini adalah langganannya.
?Dulu sebelum pasar ini dibongkar, bu Salmah jarang sekali sepi kedainya, sejak pagi hingga sore sibuk melayani pembeli, saya tau persis itu,? ujarnya, Senin (30/7).
Menelusuri los-los pasar inpres Bangkinang dari arah Timur sampai ke Barat, jenis dagangan pedagang pasar inpres Bangkinang, bercampur baur, antara pedagang beras, pedagang bumbu, pedagang pakaian atau pedagang yang berjualan barang-barang basah letaknya tidak beraturan, sehingga menyulitkan bagi pembeli untuk mencari langganannya.
Di los-los yang sangat sempit itu, bagaimana pembeli bisa betah berbelanja berlama-lama di pasar tersebut dan bagaimana dagangan bisa laku terjual, terlihat pedagang banyak yang bersantai, tiduran di dalam kedainya karena sepinya pembeli. Kasiahan pedagang!!!!
Sementara pelaksana pembangunan pasar inpres Bangkinang tidak dapat ditemui dan tidakbisa dihubungi, namun dari bilik seng pembatas bangunan pasar yang dibongkar itu, terlihat bangunan pasar inpres Bangkinang masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyelesaiannya, target pihak investor menyelesaikan pembangunan pasar itu menjelang lebaran idul fitri tahun ini, dapat dipastikan tidak akan tercapai, berkemungkinan dapat dituntaskan pada lebaran haji mendatang.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.