| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
"Tim ini diharapkan dapat memberikan penilaian. Apakah tiga pesawat tersebut masih layak untuk dipertahankan atau tidak. Penilaian itu tidak hanya dari aspek teknis tetapi juga dari sisi ekonominya," kata Mambang Mit kepada wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Riau, Rabu (11/7) pagi tadi.
Menurutnya,Tim Penyelamatan RAL yang dibentuk Pemerintah Provinsi Riau perlu segera menyikapai kondisi peasawat RAL tersebut. Hal ini akan menjadi bagian dari tugas tim itu. Sepanjang secara teknis dan ekonomis masih bisa diperasionalkan maka sebaiknya dimanfaatkan.
Terkait adanya usulan anggaran RAL di APBD Perubahan 2012, Ketua DPRD Riau HM. Johar Firdaus MSi yang juga Ketua Badan Anggaran DPRD Riau mengatakan, usulan itu akan dibahas dan didalami oleh Badan Anggaran. Dalam beberapa kali Rapat Badan Anggaran DPRD Riau untuk membahas RAPBD Perubahan 2012 kata Johar Firdaus lagi anggota Banggar sudah memberikan tanggapan tentang RAL.
"....akan kita dalami lagi tentang RAl ini," kata Johar Firdaus Singkat.
Di tempat lain Sekretaris Daerah Provinsi Riau Wan Syamsir Yus mengatakan, tidak benar pesawat RAl menjadi barang rongsokan. Menurutnya satu dari tiga pesawat Riau Air yang di grownded tersebut masih bisa digunakan.
"Maklumlah pesawat tua, pabriknya saja sudah tidak ada lagi. Namun satu dari tiga pesawat tersebut masih bisa diperbaiki," kata Wan Syamsir Yus kepada wartawan usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Riau.
Tetapi rencananya, kata mantan Walikota Dumai ini lagi, investor yang akan menjalankan RAL tidak akan menggunakan pesawat yng menjadi rongsokan tersebut. "Rencananya investor tidak akan menggunakan pesawat tersebut. Pesawat yang akan digunakan nanti adalah pesawat baru," imbuhnya.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.