| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
Menurut Gubri Menghapal Alquran bagi masyarakat awam bukanlah pekerjaan yang mudah. Di Jambi, penghapal Alquran alias Hafizh, digodok di salah satu pondok pesantren di Seberang Kota Jambi. Ma?had Al Mubarak Al Islami Litahfizhil Quran Al Karim Tahtul Yaman Pelayangan, Seberang Kota Jambi, adalah salah satu ?kampus? tempat menggodok seorang muslimin menjadi penghapal Alquran. Menghafal Alquran diyakini akan mendapat keutamaan baik di dunia dan di akhirat.
Hal itu yang menjadi latar belakang mengapa para penghapal Alquran berlomba-lomba untuk menjaga hapalannya dari sejak ia mulai berniat menjadi penghapal Alquran, hingga akhir hayatnya kelak. ?Memang cukup berat bila telah dapat menghapal 30 juz. Itu harus terus dijaga sampai akhir hayat. Jangan sampai melalaikan, dan Alhamdulillah selalu diberikan kemudahan untuk menjaganya,? tutur Ani, didampingi dua rekannya yang lain sesama hafizhah, Desmarita (19) dan Bahrotul Ulum (11).
Menghapal Alquran dan menjaganya, otomatis terbawa pada keseharian, tingkah laku, dan sikap di lingkungannya terhadap dirinya. Menurutnya, dengan menjadi penghapal Alquran, dirinya menjadi lebih terjaga. Misalnya, bila ingin membicarakan masalah orang lain terutama hal yang tidak baik, itu langsung disadarinya, dan langsung mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah Swt). Selain itu, dengan menjaga hapalan Alquran, seorang hafizh dan hafizhah harus konsisten dan komitmen untuk tidak melalaikan amanah yang mulia itu.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.