| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
![]() |
Untuk mewujudkan hal itu kata Riska, Pemprov Riau harus menunggu program dari perpustakaan nasional untuk membuat perpaduan sistem e-library tersebut. Karena aplikasi yang disediakan di Puswil harus menjadi satu kesatuan
"Saat ini kita masih menunggu program dari perpustakaan nasional untuk membuat perpaduan sistem e-librarynya. Seluruh aplikasi yang diberikan pusat harus menjadi satu kesatuan pelayanan. Dengan begitu perlu dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan pada sistem induknya," terang Rizka Kamis (3/ 5).
Rizka berharap, program ini dapat terealisasi sebelum pelaksanaan PON ke XVIII September mendatang. Program ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengunjung terutama pada penyelenggaran PON mendatang. Disamping itu, mantan Kepala Biro Tata Pemerintahan ini mengungkapkan program revitalisasi hibah buku melalui program hibah sejuta buku dan gerakan Riau membaca harus kembali mendapatkan spirit baru. Agar buku bukan lagi hanya sekedar bacaan biasa, tetapi menjadi kebiasaan dimanapun dan kapanpun oleh masyarakat Riau.
"Ke depannya, kita merencanakan dalam event-event tertentu mengenai kepustakaan kita akan kembali membangkitkan semangat hibah sejuta buku. Begitu juga dengan Gerakan Riau Membaca, kita mengharapkan setiap SKPD yang ada di daerah-daerah dan pemerintah kabupaten/kota bisa memberikan referensi buku bacaan untuk umum," ungkapnya. ***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.