| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
Kepada RiuOnline.com Zulkifli mengatakan, di Lingkungan Cempedak Duo Rahul Sidinginan ada lahan seluas 1420 ha yang sebelumnya digunakan untuk bertanam padi. Tahun 1994 muncul keinginan warga untuk memiliki kebun kelapa sawit. Namun oleh karena tidak mampu unutuk membangun kebun, maka warga berinisiatif membentuk kelompok tani dan mencari bapak angkat yang bersedia untuk membangunkan kebun untuk warga.
"Pada tahun 1996 datanglah Ramlan Simatupang dengan membawa Yayasan Dainul Amaliah dari Kota Dumai. Yayasan ini bersedia menjadi bapak angkat, lalu dibuatlah kesepakatan. Dan menyerahkan lahan 1420 hektar tersebut kepada yayasan untuk dikelola," jelas Zulkifli yang didampingi warga lainnya.
Pada tahun 2000, sebelum Ramlan Simatupang meninggal dunia atas nama Yayasan Dainul Amaliah menyerahkan kembali lahan disepakati tersebut kepada warga karena tidak sanggung meneruskan kerjasama. Warga lalu melanjutkan membangun kebun sendiri hingga mencapai 420 hektar, selama 12 tahun warga menggarap lahn tersebut.
Namun dalam tahun 2012 datanglah seorng bernama Daud Simatupang mengaku sebagai Wakil Sekretaris Yayasan Dainul Amaliah. Dia mengklaim bahwa lahan 420 tersebut miliknya Dainul Amaliah. "Daud melaporkan warga ke Polda Riau. Dengan menggunakan tenaga oknum Brimob Daud melakukan intimidasi terhadap warga. Saat ini kami tidak berani ke kebun yang kami garap sejak sudah dua belas tahun silam. Perlu diketahui bahwa Yayasan Dainul Amaliah tidak pernah memiliki lahan di Kelurahan Banjar Dua Belas," kata Zulkifli.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi A DPRD Riau H Syafrudin Saan Lc berjanji akan menindaklanjuti pengaduan tersebut. Menurutnya saat ini Komisi A sedang berusaha menata ulang izin-izin usaha perkebunan yang ada di Riau.
"Saya akan menindak lanjuti pengaduan ini. Komisi A akan mengagendakan untuk memanggil pihak terkait dalam persoalan ini,"kata anggota Fraksi PKS ini lagi.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.