Total Kunjungan
6195204
Galeri Foto 2
An Namiroh Mencetak Pemimpin Dunia
An Namiroh Mencetak Pemimpin Dunia
Jumat, 21 September 2012 15:47 WIB
Yayasan An Namiroh adalah yayasan pendidikan yang berkembang pesat di Riau saat ini. Sejak pertama berdiri 9 April 1999 silam, yayasan An Namiroh terus berkembang dan tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan keberadaannya di Provinsi Riau.


Galeri Foto 3
Bandara SSK II Sangat Siap Dukung PON
Bandara SSK II Sangat Siap Dukung PON
Selasa, 11 September 2012 17:20 WIB
RiauOnline.com -Diantara fasilitas pendukung PON yang ada di Kota Pekanbaru, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II dinilai yang paling siap. Hampir semua sarana dan prasarana sudah memenuhi syarat, bahkan pengaturan antara penumpang reguler dengan kontingen peserta PON terlihat sangat tertib.
Surat Pembaca
  • Joe
    13 Juni 2012 22:16 WIB
    Pekanbaru
    Di jual tanah, Luas 10 hektar bersama den gan kebun sawit dan karet, lokasi tidak jauh dari Kota Pekanbaru. Harga Rp750 juta perhektar. Berminat Hubungi Hp 081276720769
  • Joe
    13 Juni 2012 22:08 WIB
    Pekanbaru
    Dijual tanah, luas 6 hektar di atasnya ada sawit umur 8 tahun. Bukti kepemilikan SHM. Lokasi tidak jauh dari Kota Pekanbaru. Harga Rp60 ribu/meter. Bagus untuk investasi. Berminat Hubungi: HP 081276720769
  • Syaiful
    23 Mei 2012 10:31 WIB
    Pekanbaru
    salam blogger izin link pak ADMIN dari : http://syaiful64.wordpress.com
  • Bambang hermanto
    21 Mei 2012 05:42 WIB
    Batam
    kapan masalah limbah di gudang batu diselesaikan oleh UBEP Pertamina lirik. Katanya pertamina mau go green, tapi kok masih membiarkan limbahnya. Jika ngak bisa menangani ganti aja humasnya
  • Cah bukitlipai
    20 Mei 2012 10:41 WIB
    Batang Cenako
    saya buat KTP sampe 5 bln blum jadi,jadi yang salah masarakat apa uangnya yang kurang besar? tolong di perhatikan.
  • AFRIANTO AGUS
    26 Desember 2011 15:42 WIB
    Lipatkain
    Desa Kuntu Kec. Kampar Kiri Kabupaten Kampar digenangi air bah pada hari Senin tgl 26 Desember 2011 diakibatkan meluapnya sungai Subayang, mengakibatkan terendamnya rumah penduduk sebanyak 765 bh, sekolah dan yg lain
  • Adi
    18 Desember 2011 18:10 WIB
    Inhu
    kok, RiauOnline.com Up Date berita nya sekarang tidak seperti dulu lagi, alias lambat. klau kemaren sangat cepat...
  • Kang Suhar
    08 Desember 2011 01:14 WIB
    Air Molek.
    Jalan Kota Air Molek Kapasitas 8 Ton tetapi yang lewat Mobil yang berkapasitas 45 Ton ada apa ini.......???? dan siapa yang salah...? bahkan sekarang sudah mulai hancur siapakah yang bertanggung jawab......? terima kasih pemimpin..!!
  • Dani
    01 Desember 2011 22:57 WIB
    Rengat
    Top dech... Update Info sangat diperlukan untuk kemajuan Masyarakat Inhu
  • Hadi
    27 November 2011 03:17 WIB
    Rengat (Inhu)
    Terima kasih untuk RiauOnline.com yang telah menyadurkan berita tentang perkembangan MTQ XXX Riau Di Rengat Inhu. maju terus dan semoga RiauOnline menjadi salah satu media yang diperhitungkan di Riau................ ! salam kompak selalu.
Agenda RIAU
Bedah Novel ''Anak-anak Langit''
Tempat:Aula Mesjid Agung Annur
Tanggal:16 Agustus 2011
Pukul:16:00 - Selesai

Keterangan
Novel ''Anak-anak Langit'' karya M Amin merupakan kisah nyata sebuah kehidupan pondok singkat Madrasah Aliyah Pola Khusus di Padang Panjang, Sumatera Barat. Novel ini memuat pesan modal dan pendidikan karena itu novel ini sangat cocok dibaca oleh pemerhati dan pelaku pendidikan. Bedah buku akan diikuti 200 orang peserta.
    Hukum & kriminal » KAMPAR » Kasus RAKA Jangan Sampai Jadi Mesuji Lampung
    Kasus RAKA Jangan Sampai Jadi Mesuji Lampung
    Putra Jaya - RiauOnline
    PEKANBARU, RiauOnline.com - Pemprov Riau minta semua pihak yang terkait dengan kasus PT RAKA di Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar akhir pekan lalu untuk menahan diri. Kasus penyerangan warga terhadap PT. Raka jangan samapai meluas seperti yang terjadi di Mejusi Lampung.


    Karena itu, perlu ada langkah-langkah antisipasi persuasif tapi tegas dari Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mencegah masalah yang lebih besar lagi. Mengingat potensi terjadinya perpecahan bentrokan yang lebih serius lagi sangat mungkin terjadi. Apalagi kasus lahan perkebunan yang disengketakan tersebut sudah cukup lama terjadi.


    "Pokoknya kita berharap jangan sampai terjadi seperti di Lampung. Karena itu kepada seluruh pihak terkait untuk berupaya menuntaskan masalah tersebut," kata Kepal Biro Pemerintahan Setdaprov Riau Guntur kepada wartawan, Senin (30/7).


    Seperti Pemda Kampar, pihak perusahaan, warga, BPN Riau dan kepolisian harus segera duduk bersama menuntaskannya. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Selain itu, para tokoh masyarakat juga diminta untuk meredam, hingga menjadi kondusif.


    Menurut Guntur, hingga saat ini Pemprov masih mempelajari masalah sengketa yang melibatkan PT RAKA dan warga tersebut. Pemprov juga akan terus memantau perkembangannya. Jika memang nantinya diperlukan pembentukan tim gabungan, maka sudah tentu akan melibatkan seluruh pihak terkait di dalamnya. Intinya, pemerintah provinsi sangat berharap kasus ini jangan sampai terjadi meluas. Semua pihak harus dapat melihat persoalan ini secara objektif, dengan tetap mengkedapankan hukum.


    "Kita himbau dulu kepada masing-masing pihak untuk menahan diri, untuk mencegah terjadinya bentrokan. Kita pelajari dulu apakah memang komplek ini menjadi kewenangan provinsi atau tidak. Kalau provinsi, kita akan bentuk tim nanti," terang Guntur.


    Sebelumnya, puluhan rumah komplek milik PT Raka yang ada di di Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar akhir pekan lalu dibakar masa, masa sekitar perusahaan. Sejumlah fasilitas perusahaan lainnya seperti satu unit pembangkit listrik, satu unit mobil derek, satu unit tanki solar dan gudang minyak turut terbakar.


    Dilaporkan penyebabnya karena masalah komplek lahan perkebunan yang selama ini tak kunjung selesai. Selain itu ada juga karena perusahaan telah menutup akses jalan warga untuk memanen perkembunan miliki mereka ditutup perusahaan.***

    (0) Komentar
    Kirim Komentar
    Form Komentar

    Nama *:
    Email *:
    URL:
    Komentar *:
    Karakter
    Masukkan kode pengaman diatas