| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
Menurut Ketua Tim Wasrah Kepala Bidang Upacara PON XVIII, Dasril Anwar, mereka yang dinyatakan tak lulus, tetap akan dimasukan ke dalam barisan pembawa bendera dan api PON dengan status cadangan. Mereka ini, akan tetap mengikuti kegiatan seperti yang dilakukan tim inti. "Kita berharap 5 atau paling lambat 7 Agustus mendatang, sudah ada diputuskan Karena setelah ini kita terus mempersiapkan kegiatan upacara seperti pembawaan bendera, api obor," kata Dasril kepada wartawan, disela-sela acara rapat kegiatan persiapan upacara PON, di gedung PB PON Riau, Kamis (2/8).
Dijelaskannya masing-masing calon peserta pembawa bendera dan obor api ini nantinya akan terus mendapatkan pengarahan dari Wasrah. Pemusatan latihan akan dilakukan di main stadium Riau. Dari mereka itu kata Dasril, merupakan hasil rekomendasi dari KONI sebelumnya, yang dilakukan pada 26 Juli lalu. Sebelumnya dinyatakan bisa memasuki tim inti, harus melalui seleksi kesehatan, serta penilaian bobot prestasi.
Di antara tim yang memiliki kewenangan untuk menilai, yakni tim Wasrah bidang upacara, ketua bidang upacara, unsur PB PON, KONI Riau serta tim kesehatan. "Hasil dari 5 keputusan dari tim yang membidangi PN Riau tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk keputusan, paling lambat tanggal 7 Agustus mendatang. Diharapkan dalam beberapa hari mendatang sudah diketahui siapa saja nama-nama terpilih," terang Dasril lagi.
Tujuan dari seleksi tersebut adalah untuk menghindari anggapan negatif fan kecemburuan dikemudian hari. Apalagi, PB PON Riau sendiri berharap mereka yang ditunjuk untuk membawa bendera dan api PON tersebut benar-benar memberikan yang terbaik. "Nominator ini diberikan dengan seadil-adilnya. Kita tak ingin disebut adanya KKN. Makanya kita lakukan seleskisi," jelas Dasril.
Pengibaran bendera "flag rising ceremony" para kontingen PON Riau ke XVIII dilakukn di gedung daerah. Pemilihan lokasi ini dianggap tepat karena selain letaknya strategis juga karena gedung daerah sebagai simbol perekat persatuan dan kesatuan di Provinsi Riau. Nantinya bendera para kontingen PON ini akan langsung diterima Gubernur Riau HM Rusli Zainal.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.