
| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
Kedatangan Komisi II DPRD Inhil tersebut diterima oleh enam orang anggota Komisi B DPRD Riau. Pertemun tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Riau Rusli Ahmad.
Menurut anggota Komisi II DPRD Indragiri Hilir (Inhil) Ir Ahmad Junaidi, saat ini petani kelapa di Inhil menjerit. Karena saat ini sebagian besar kebun kelapa rusak berat akibat intrusi air laut. Kabupaten Indragiri Hilir dikenal sebagai kabupaten penghasil kelapa terbesar di Riau. Hingga saat ini lebih 70 persen penduduk Inhil merupakan petani kelapa.
Junaidi menyebutkan, untuk mengatasi kerusakan kelapa warga tersebut, Inhil memerlukan sharing program dengan Provinsi Riau. Sebab dengan kemampuan keuangan yang terbatas, Inhil tidak mampu mengatasi masalah tersebut. Menurutnya APBD Inhil tahun 2012 adalah sebesar Rp1,4 triliun. Namun luasnya wilayah Inhil, APBD yang sebesar itu sulit untuk membaginya.
"Salah satu cara ampuh untuk mencegah intrusi air laut adalah dengan membuat tanggul-tanggul mencegah air laut masuk ke kebun kelapa warga. Untuk membuat tanggul ini Inhil memerlukan alat berat," kata Ahmad lagi.
Menanggapi keluhan Komisi II DPRD Inhil tersebut anggota Komisi B DPRD Riau Syamsuri Latif mengataknmasalah intrusi air laut yang melanda perkebunan kelapa masyarakat di Inhil selama ini akibat tidak terkendalinya penebangan pohon bakau yang berada di garis-garis pantai pulau-pulau di Indragiri Hilir.
Pohon bakau kata Syamsuri Latif merupakan salah satu fungsinya adalah untuk mencegah abrasi dan masuknya air laut ke daratan. Rusaknya pohon hutan bakau yang tumbuh di bibir pantai menyebabkan runtuhnya bibir pantai. Akibatnya saat pasang, air bebas masuk ke daratan.
Sementara itu anggota Komisi B lainnya Noviwaldi Jusman mengatakan, APBD Inhil 2012 yang hanya Rp1,4 triliun sama dengan APBD kabupaten lainnya di Riau. Namun Inhil memiliki luas wilayah yang jauh lebih luas dari kabupaten lainnya di Riau. "Faktor luas wilayah inilah yang menyebabkan sulit untuk mengakomodir kebutuhan pembangunan di Inhil," kata Noviwaldi.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.