| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
Hal ini terungkap saat Hearing Diskes Inhu beserta pihak BLUD Indrasari Rengat dengan Komisi C DPRD Inhu Selasa (19/6) di ruangan Banmus DPRD Inhu di Pematang Reba. Hearing dipimpin langsung Ketua Komisi C DPRD Inhu Subhadil Anwar beserta sejumlah anggotanya.
Dalam Hearing tersebut, Subhadil Anwar mengatakan bahwa selama ini banyak sekali laporan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah atau yang saat ini menjadi Badal Layanan Umum Daerah (BLUD) Indrasari Rengat ini, terlebih adanya dugaan permainnan oknum tenaga kesehatan terkait kurangnya peyediaan obat pada apotik pelengkap.
Sehingga pasien harus menebus resep ke apotik suasta yang ada, sehingga jaminan kesehatan yang pergunakan pasien tidak berlaku, artinya pasien atau keluarga pasien tetap harus mengeluarkan dana untuk membayar obat.
Menaggapi hal itu, Drg Siska Listianti melalui salah seoarang Dokternya mengakui hal itu terjadi pada tahun 2011 lalu. Namun pada tahun 2012 ini pihak BLUD memberikan uang pengganti terhadap adanya pembelian obat diluar apotik BLUD.
?kita akan mengganti uang yang dikeluarkan pihak keluarga pasien yang membeli obat diluar apotik BLUD, hal itu cukup memperlihat kan bukti kwitansi nya?, ungkapnya.
Sehubungan dengan pelayanan, mungkin saja masih banyak yang harus dibenahi, maka dari itu saat ini kita terus melakukan pembenahan, sehingga kedepannya apa yang diharapkan bisa dicapai, terutama pelayanan prima. ujarnya.
Disisi lain, anggota komisi C H Yusrizal mengatakan bahwa, kekecewaan masyarakat tersebut sudah sejak dulu, saat ini sebagian masyarakaat yang ada di Kecamatan Peranap, batang Peranap, Kelayang ketika dirujuk melalui puskesmas lebih memilih dirujuk ke RSUD Kuantan Singingi dari pada ke RSUD Indrasari Rengat, hal itu dikarenakan pelayanan yang diberikan RSUD Kuansing lebih memuaskan pasien serta keluarga pasien.
Maka dari itu, kita berharap pihak managenen RSUD atau BLUD Indrasari untuk dapat bekerja ekstra dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, karena jika pelayanan dan kebersihan tidak tergaja, maka dikhawatirkan pasien bukan tambah sehat malah semangkin sakit, ujar politisi PKS tersebut.
Lain hal lagi dengan Deary Zamora SH, dirinya mengatakan, bukan hanya itu melainkan bayak hal lagi yang hasus dibenahi, seperti beberapa waktu lalu pasien meninggal dunia yang terlantar selama 4 jam pemulangannya ke rumah duka karena minyak ambulance RSUD tidak ada dan pihak keluarga pasien harus membayar terlebih dahulu uang sebesar 500 Ribu Rupiah.
Ini sangat memalukan sekali, yang akhirnya jenazah tersebut harus menghubungi ambulan gratis salah satu partai, hal sekecil ini seharusnya tidak terjadi. Ujar politisi Hanura tersebut.
Menjawab hal itu, pihak BLUD indrasari mengatakan tidak begitu paham dengan kejadiannya, karena ada bagian bagiannya yang menanganai, namun kita tahu beberapa waktu belakangan ini BBM di Inhu menang agak langka, sehingga ambulance kehabisan BBM. Ditambah lagi dengan rusaknya I unit ambulance, sehingga ambulance hanya satu yang beroperasi.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.