
| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
![]() |
Flyover Simpang Jalan Imam Munandar dan Sudirman Pekanbaru. |
Kadis PU Riau SF Haryanto yang ditemui usai meninjau dua proyek infrastruktur penunjang PON XVIII tersebut mengatakan, dua flyaover merupakan hadiah dari pemerintah provinsi untuk masyarakat Riau khususnya warga Kota Pekanbaru.
Peresmian tersebut, selain dihadiri pejabat yang ada di lingkungan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, juga akan dihadiri sejumlah pejabat yang ada di pusat. "Kita akan usahakan semaksimal mungkin. Kita harapkan tepat 16 Agustus mendatang siap diresmikan, bersamaan satu hari menjelang HUT Riau," kata SF Haryanto kepada wartawan, Kamis (19/7).
Selain dua jembatan layang yang ada di jalan Sudirman tersebut, juga direncanakan turut diresmikan pengoperasian terminal baru berserta akses jalan menuju jalan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Masing-masing proyek pembangunan infrastruktur tersebut merupakan penunjang untuk kegiatan PON Riau, yang akan dilaksanakan pada September mendatang.
SF Haryanto mengakui, menjelang peresmian dua proyek jembatan tersebut masih dalam usaha maksimal. Sejumlah titik pekerjaan masih dalam penyempurnaan. Seperti pelebaran, concrete barier, parapet, railling beton, ornamen termasuk pembuatan taman yang ada di bawah jembatan.
Untuk lighting system yang nantinya akan menerangi jembatan juga belum dipasang. SF Haryanto mengaku optimis, semua pekerjaan tersebut akan dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu lebih ini. Seluruh pekerjaan juga terus diintensifkan. Karena berdasarkan persentase proyek, untuk jembatan layang yang ada simpang Imam Munandar saja sudah mencapai 85 persen.
Sedangkan yang di simpang Tuanku Tambusai sebesar 83 persen. "Kita sudah perkirakan secara tekhnis fungsional sudah selesai. Pekerjaan juga terus diintensifkan," terangnya. Ada pun beberapa persoalan lainnya yang terus digesak, yakni pelebaran jalan di sekitar jembatan layang yang saat ini juga masih dilakukan. Pihak Jasa Raharja yang sebelumnya belum bisa memberikan izin terkait belum adanya izin dari Komisaris Jasa Raharja di pusat juga telah menyetujui. Hal itu dilakukan agar pengguna kenderaan yang melewatinya, lebih bisa leluasa. jembatan layang simpang Tuanku Tambusai sendiri dikerjakan oleh kontraktor Adhi Karya. Jembatan ini sendiri panjangnya mencapai 550 meter, dengan bentang jembatan 350 meter, oprit 200 meter, kontruksi bangunan 2 abutment dan 6 pier, gelagar precast u girder benteng 42,8 meter.
Untuk pondasi bawah bored pile dengan diameter 120 meter, kedalaman pondasi 28 meter, jumlah titik bored pile 94 titik, tendo 9 buah, strain 144 buah, lebar rencana jalan 32 meter, lebar rencana atas 2x6 meter, lebar jalan di bawah 2x7 meter.
Sementara untuk jembatan layang yang ada di Imam Munandar dikerjakan oleh Istaka Karya, dengan panjang 450 meter, bentang jembatan 212,2 meter, oprat 238 meter, kontruksi bangunan 2 abutmen dan 4 pier, gelagar precast girder, bentang 40,8 meter, mutu beton K-600, tendon 8 buah, strain 130 buah, pondasi bawah bored pile dia 100 cm, kedalaman 25 meter, jumlah titik 68 titik.
"Untuk perencanaan jalan 32 meter, lebar fly over 14 meter, lebar jalan bawah 2x7 meter, lebar saluran/trotoar 2x2 meter dan kemiringan 2-5 persen. Supaya tahu saja, jembatan yang telah diberi bermotif Melayu ini setahu saya belum ada di Indonesia," ujar SF. Haryanto.**
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.