BANGKINANG, RiauOnline.com- Setelah selebaran dibagikan kepada masyarakat di Pasar Atas Bangkinang, tidak seberapa lama berbagai pengaduan masyarakat tentang pungutan liar dalam penerimaan siswa baru di Bangkinang diterima oleh Aliansi Mahasiswa Kampar Peduli Pendidikan (AMKPP) .
"Ternyata apa yang kami lakukan mendapat respon dan tanggapan dari masyarakat, sudah banyak pengaduan yang kami terima dan itu akan dicatat untuk disampaikan dalam pertemuan dengan Kadisdikpora Kabupaten Kampar nanti,"ungkap Ketua Koodinator AMKPP Kabupaten Kampar Alpen yang ditemui wartawan, di Posko Simpang Empat Pasar Atas Bangkinang Jalan Datuk Tabano Ahad (17/07) Siang jelang sore.
Alpen mengatakan ada pengaduan yang lebih sedih AMKPP Kabupaten Kampar, ada Lima orang anak dalam satu keluarga tidak bisa sekolah karena mahalnya biaya sekolah.
"Sebagai generasi muda kami merasa miris melihat dunia pendidikan di Kabupaten Kampar.Pendidikan murah yang dijanjikan pemerintah selama ini ternyata kontaproduktif dengan kondisi di Kabupaten Kampar. Masyarakat sangat mengeluhkan sangat mahal biaya pendidikan,"kata Alpen.
Penerimaan siswa baru di Kabupaten Kampar dan Kota Bangkinang khususnya sudah menjadi ladang bisnis tahunan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Lebih miris lagi yang bermain dalam hal ini justru orang-orang yang di lembaga pendidikan sendiri. "Orang-orang tersebut perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya,"ungkapnya.
Padahal UUD 1945 telah mengamanatkan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang layak. "Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Ini tidak adil bagi masyarakat yang kurang mampu,"sentil Alpen.