| Tempat | : | Aula Mesjid Agung Annur |
| Tanggal | : | 16 Agustus 2011 |
| Pukul | : | 16:00 - Selesai |
Saat ini, lanjut Ahmad Ismail tim pakar peneliti jembatan yang membentang di atas Sungai Siak tersebut masih melakukan kajian. Kabid Bina Marga Dinas PU Riau tersebut belum bisa menentukan kepastian kapan perbaikan jembatan tersebut akan dilakukan. Pihak Dinas PU Riau juga belum melakukan konsultasi lanjutan terkait hasil kajian.
"Hasil kajian masih dengan dewan pakar. Belum bisa kita dipastikan kapan waktunya perbaikan akan dilakukan. Tapi kita harapkan sebelum PON nanti sudah dapat dimulai," kata Ahmad kepada wartawan, di kantor gubernur, Selasa (31/7).
Namun sebelum hal ini dimulai tentu harus ada persiapan termasuk koordinasi seluruh pihak terkait di dalamnya. Termasuk apakah nantinya harus dilakukan penutupan total arus lalu lintas pada jembatan tersebut. Namun demikian, Ahmad meyakini dengan kondisi jembatan Siak III saat ini, kondisi jembatan tersebut sebenarnya tidak perlu dikahwatirkan. Karena kekuatan jembatan masih keadaan stabil menahan beban arus lalu lintas yang melintas di atasnya. Hanya saja, yang perlu dihindari bagaimana jangan sampai ada penumpukan beban kenderaan di atas jembatan yang melebihi kapasitas.
Karena disaat kenderaan tidak bergerak yang disebabkan sesuatu, akan terjadi penambahan beban berat "Kondisinya aman sampai saat ini. Selagi kenderaan kenderaan ringan, termasuk bus tidak masalah. Yang perlu dijaga juga jangan sampai ada penumpukan kenderaan di atas jembatan. Kalau ini terjadi akan menyebabkan beban jembatan semakin meningkat," ujarnya.
Namun demikian, kata Ahmad belum ada rencana untuk memberikan portal pada jembatan. Hal itu dianggap karena belum diperlukan.***
| Nama * | : | |
| Email * | : | |
| URL | : | |
| Komentar * | : | Karakter Masukkan kode pengaman diatas |
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang.